Renungan Remaja, 20 Juni 2020 "HARGA SEBUAH PIE APEL"

*HARGA DARI SEBUAH PAI APEL*
*Bacaan Alkitab:* Roma 6:15-23
*Ayat Mas:* " Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

*CERITA AKHIR PEKAN:*
Tiga beruang duduk di dalam. Ada Ibu Beruang, Ayah Beruang, dan Bobby Beruang. Hari ini, Ayah mengajarkan kepada anaknya,"Nak, dengarkan peringatan saya, itu bisa menyelamatkan hidupmu. Menjauhlah dari manusia. Kau tahu, mereka ingin membunuh beruang dan kemudian mengambil bulu kita. Jadi menjauhlah dari kontak manusia, terutama yang tinggal di kaki bukit. Beberapa dari mereka adalah pemburu."

"Tapi ayah, mereka ingin memberi kita makanan. Saya suka makanan yang mereka miliki," kata Bobby. "Dengarkan aku, anak!" Kata Papa Beruang "Kamu telah diperingatkan. Makanan yang mereka tawarkan mungkin terlihat menarik, tetapi jika kamu mencoba untuk makan makanan mereka, para pemburu mungkin melihatmu. Dan kamu ingat apa yang terjadi pada Paman Benny-mu?. "Dia menunjuk ke gambar yang tergantung di dinding. "Kamu ingat bagaimana para pemburu menembak dan membunuhnya.Semua yang dia lakukan adalah memakan makanan dari keranjang piknik yang kelihatan baik dan menarik yang dipakai pemburu sebagai perangkap.”

Bobby pergi ke luar untuk berjalan-jalan ketika tiba-tiba ia mulai mencium bau yang tidak asing lagi. "Manusia memasak lagi. Baunya sedap sekali. Saya bisa melihatnya di jendela. Ini terlihat begitu baik. Mungkin aku akan mendekat tapi aku tidak akan benar-benar mengambil." Bobby bisa mendengar suara ayahnya dalam kepalanya, "jangan dekat-dekat manusia." Bobby memutuskan untuk melakukan kemauannya sendiri. Dia mengabaikan suara ayahnya.

Bobby begitu tertarik dengan makanan, dia tidak bisa  memikirkan hal lain. Dia mulai berjalan ke arah rumah manusia". Dia semakin dekat dan lebih dekat sampai ia tidak bisa menahan lagi. Bau itu luar biasa. Benda itu terlihat dan berbau luar biasa. Apa yang ia lihat dan cium adalah pie apel. Sementara Bobby mencoba untuk lebih dekat ia melihat pie apel itu seperti berlian berkilau di bawah sinar matahari. Dia mencoba untuk mendekat lebih lagi. Dia terus beringsut lebih jauh, dan lebih jauh ke depan ...

Bobby semakin dekat ke pie. Dia bisa melihat itu ada banyak apel di atas pie. Bobby beruang menjadi begitu bersemangat. Disana ada jajanan siap dan menunggu untuk dimakan. Pienya tampak begitu lezat dengan apel berlapis gula. Dia mulai mengecap-ngecapkan bibirnya. Tepat sebelum ia siap untuk menerkam kue, ia kembali teringat apa dikatakan Ayahnya kepada dia sebelumnya. "menjauhlah dari manusia, dan makanan mereka. Mungkin itu adalah perangkap." Bobby memiliki pilihan yang harus dia buat. Apakah dia akan membiarkan ketidaktaatan mengendalikan dia, atau dia akan mengatakan tidak dan berjalan pergi? Bobby bahkan tidak berpikir tentang apa yang akan terjadi lagi. Dia membiarkan keinginannya menguasai dirinya. Dia begitu sibuk makan kue itu ia tidak mendengar Ayahnya berteriak, "Bobby berhenti!
Stop! Menjauh! " Dia terus makan. Bobby berkata," Pie ini tidak hanya wangi, pie ini enak. "Semuanya tampak baik-baik saja. Tapi sesuatu terjadi Apa yang tidak dia lihat adalah beberapa orang pemburu sedang bersembunyi di sisi lain dari rumah itu, mereka menyergap Bobby. Dia terjebak. Para pemburu mendekat kepada Bobby. Mereka memutuskan bahwa beruang ini terlalu berbahaya. Dia harus dibunuh. Dia terlalu dekat dengat manusia dan tidak menunjukan rasa takut. Ayah Bobby melihat apa yang terjadi dan dia mencoba memperingatkan anaknya untuk lari, tetapi Bobby tidak bisa mendengar dia. Dia sudah terjebak. Sebelum ia dapat bergerak, para pemburu sudah menembaknya! Dia jatuh ke tanah dan mati seketika. 

Dari hari senin kita telah belajar bahwa upah dosa adalah maut. Tetapi Tuhan tidak menginginkan kalian hidup dalam dosa, itulah sebabnya mengapa dia mengirimkan Yesus. Tuhan ingin kamu selamat dari dosa. Jika kalian memutuskan untuk meminta Yesus untuk mengampuni dosa-dosa kalian dan memulai hidup yang baru bersama Dia, maka kalian tidak lagi menjadi orang berdosa. Kalian tidak harus membiarkan dosa menguasai hidup kalian. Jika kalian siap untuk meminta Yesus untuk mengampuni dosa-dosa kalian dan kalian mau saya berdoa untuk kalian, angkatlah tangan kalian. Ikuti doa ini bersama saya:

DOA:
Ya Yesus, Terima kasih karena engkau membayar harga dan mati di kayu salib untuk dosa-dosaku. Saya minta engkau mengampuni dosa-dosaku. Saya mau hidup untuk-Mu. Karena Engkau mati untuk dosa-dosa-ku, saya percaya saya terbebas dari semua dosa-dosa yang saya lakukan. Saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat-ku. Dosa tidak lagi mengendalikan saya. Bahkan ketika dosa itu terlihat menarik, saya tidak mau mengijinkan dosa untuk menguasai hidup saya. Tolong bantu saya supaya saya tidak lagi melakukan dosa. Masuk dan tinggalah dalam hatiku hari ini. Dalam nama Yesus. Amin.


EmoticonEmoticon

Followers