Showing posts with label RENUNGAN REMAJA. Show all posts
Showing posts with label RENUNGAN REMAJA. Show all posts

RENUNGAN REMAJA, 30 JUNI 2020 "TUHAN LEBIH PENTING DARI HAL DUNIAWI"

Bacaan Alkitab: 2 Petrus 3:1-16
Ayat Mas: 2 Petrus 3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

RENUNGAN:
Ada begitu banyak orang di dunia ini yang hidup untuk mendapatkan banyak uang dan sebanyak mungkin barang yang mereka bisa. Beberapa dari kalian telah melihat orang-orang dengan mobil benar-benar mahal dan mewah. Mereka menghabiskan begitu banyak waktu memastikan mobil mereka tampak sempurna dan mereka merasa sangat penting karena mereka memiliki banyak barang yang mahal. 

Tetapi Alkitab mengatakan bahwa suatu hari semua hal itu akan memudar, membusuk, dicuri, atau rusak. Bahkan dalam 2 Petrus 3:10 berkata: Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Tidak ada gunanya menjadikan barang-barang ini sangat penting karena mereka tidak akan bertahan. Hanya Tuhan-lah yang kekal. Dia adalah Allah yang sejati dan hidup dan tidak ada yang bisa lebih penting daripada-Nya. Beberapa dari kalian berpikir bahwa memiliki sepasang sepatu baru benar-benar penting tapi Tuhan berkata untuk tidak mencintai dunia atau barang-barang dari dunia ini karena hal-hal itu akan berlalu; mereka akan hancur. Beberapa dari kalian suka sekali menonton televisi atau main gadget. Ada begitu banyak orang yang menghabiskan jauh lebih banyak waktu menonton televisi atau main gadget dan sosial media daripada mereka membaca Alkitab atau berdoa kepada Tuhan. Televisi adalah sesuatu yang dapat dengan mudah menjadi lebih penting daripada Tuhan jika kamu terlalu banyak berfokus pada hal itu. Sama seperti sepatu, televisi akhirnya akan lenyap bersama dengan semua hal-hal yang ditunjukkannya. 

Tidak ada yang salah dengan memiliki hal-hal yang baik, tetapi mereka tidak dapat menjadi lebih penting bagimu dibandingkan Tuhan. Ketika semua hal di dunia ini hilang atau berakhir dengan kehancuran, Tuhan adalah satu-satunya yang masih akan bertahan - Dia adalah satu-satunya yang benar-benar penting pada akhirnya. Tuhan lebih penting daripada apa pun, sehingga kamu perlu berjuang untuk tetap fokus pada-Nya. ingat juga pesan Rasul Yohanes: Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. (1 Yoh 2:15)

DOA: Tuhan, ajarlah aku menghabiskan waktu lebih banyak untuk Tuhan, daripada untuk hal-hal dunia yang akan binasa ini. Tolong aku, agar bisa mengatur waktuku untuk hal-hal yang kekal dan berguna. Amin.

RENUNGAN REMAJA, 29 JUNI 2020 "TUHAN YANG UTAMA, BUKAN ORANG LAIN"

Bacaan Alkitab: Yohanes 21:1-19
Ayat Mas: Yakobus 4:8a “Mendekatlah kepada Allah , dan Ia akan mendekat kepadamu.”

RENUNGAN:
Ada begitu banyak hal dalam hidupmu yang tampaknya penting dan mereka selalu berjuang untuk berada di tempat pertama. Kamu memiliki teman, keluarga, dan sekolah ... tapi jika saya bertanya kepada hal apakah yang paling penting bagimu, kamu mungkin akan mengatakan Tuhan. "Tuhan adalah yang paling penting dalam hidup saya" 

Jika saya bisa melihat ke dalam hidup kalian dan melihat siapa yang benar-benar di tempat pertama, saya mungkin akan menemukan bahwa Tuhan tidaklah berada di tempat pertama, melainkan orang lain. Banyak dari kalian telah menempatkan orang lain di tempat pertama karena kau peduli tentang apa yang orang katakan dan pikirkan tentangmu, lebih daripada Allah. Banyak dari kalian menghabiskan lebih banyak waktu di sosial media atau facebook, instagram, membaca pesan yang di kirimkan orang lain daripada membaca Alkitab. Kamu membiarkan mereka mengalihkan perhatianmu. Banyak dari kalian tidak akan berani menempatkan lagu-lagu yang menyembah Tuhan dalam iPodmu/tabmu/hpmu karena kamu tidak ingin orang-orang mengolok-olokmu. 

Kamu membiarkan orang mengambil tempat pertama, tetapi Alkitab mengatakan bahwa kamu harus mengasihi Tuhan lebih dari apapun - sehingga orang lain harus berada di tempat kedua. Aku tahu bahwa hal ini akan sulit - kamu ingin menghabiskan waktu dengan teman-temanmu, tetapi kamu tahu bahwa kamu harus mengambil waktu khusus untuk membaca Alkitab. Alkitab mengatakan ketika Kau mendekat kepada Allah, maka Ia akan mendekat padamu (Yakobus 4: 8). Dia ingin menjadi dekat denganmu, Dia ingin mengurusmu, tetapi untuk bisa melakukan itu Dia harus berada di tempat pertama. Jadi tidak peduli apa yang kamu lalui, tidak peduli seberapa keras kamu harus berjuang - tetap fokus pada Tuhan karena Tuhan lebih penting daripada berfokus pada orang.

DOA: Tuhan teruslah mengajariku bagaimana aku harus mengutamakan Engkau dalam hidupku, bukan orang lain, bukan benda-benda dan hobiku. Aku ingin lebih dekat kepadaMu agar Engkaupun mendekat kepadaku. Amin

RENUNGAN REMAJA, 28 JUNI 2020 "MENELADANI MARIA: JADIKAN TUHAN YANG UTAMA"

Bacaan Alkitab:
Lukas 10:38-42
Ayat Mas: 1 Yohanes 2:15: “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.”

RENUNGAN:
Dapatkah kamu membayangkan, mendengar seseorang mengetuk pintu rumahmu dan ketika kamu membukanya Yesus berdiri di sana, mau masuk? Menakjubkan bukan. Aku tidak tahu apa yang akan kalian lakukan, tetapi kalau itu aku, aku akan senang sekali dan akan meletakkan semuanya yang sedang kukerjakan dan menghabiskan waktu dengan Dia. 

Sebenarnya, situasi seperti ini pernah terjadi ketika Yesus masih di bumi. Satu hari Yesus dan Murid-muridnya berkunjung ke rumah Martha. Yesus datang dan menyapa mereka. "Martha! Maria! Senang sekali bertemu dengan kalian lagi."

"Tuhan, senang melihatmu lagi! Masuklah dan anggaplah rumah-Mu sendiri," kata Martha. 

Tidak setiap hari Yesus datang dan mampir untuk makan malam di rumah mereka, itu adalah kejadian khusus. Saya tidak dapat membayangkan ada hal lain yang lebih penting dari hal itu. Alkitab berkata  bahwa Maria duduk di bawah kaki Yesus dan mendengarkan setiap perkataan yang Dia katakan. Tetapi bagaimana dengan Martha? Dimana dia sementara semua orang menghabiskan waktu dengan Yesus? 

Alkitab berkata bahwa dia teralihkan dengan semua persiapan yang harus dibuat. Secara harafiah itu berarti dia di tarik menjauh dari kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama Yesus karena semua hal yang harus dilakukan. Memasak dan bersih-bersih lebih penting baginya daripada menghabiskan waktu bersama Yesus. Bagaimana itu bisa terjadi? 

Mungkin kamu berpikir bahwa semua itu tidak begitu penting dan semua itu tidak lebih penting daripada Yesus, tetapi ijinkan saya bertanya – betapa mudahnya kamu teralihkan dan ditarik menjauh dari hal-hal yang tidak terlalu penting juga? Seperti TV, latihan sepak bola, les karate – mereka menjadi lebih penting bagimu daripada Tuhan. Lebih penting bagi kalian untuk pergi ke latihan sepak bola pada hari Minggu daripada ke Sekolah Minggu, lebih penting bagi kalian untuk bermain di luar daripada membaca Alkitabmu. Nah semau hal ini bisa menjadi penting buat kalian, tetapi mereka tidak boleh menjadi lebih penting daripada Tuhan. Tidak ada yang lebih penting daripada Tuhan. Seperti yang kamu lihat, sangatlah mudah untuk teralihkan oleh semua hal ini, sama seperti Martha. 

Dan sesungguhnya Martha menjadi kesal karena Maria tidak membantunya dengan semua persiapan yang ada, jadi dia mendatangi Yesus dan menggerutu. Martha terlihat stress dan kuatir – dia berjalan menghampiri Yesus dengan sebuah panci dan sendok di tangannya, lalu berkata "Tuhan, tidak kah Kau peduli bahwa adikku membiarkan aku melakukan semua pekerjaan ini sendir? Suruhlah dia membantuku! 

Yesus berdiri dan berkata,"Martha, Martha, kau menyusahkan dirimu dan kuatir tentang banyak hal, tetapi hanya satu hal yang penting, Maria sudah memilih yang terbaik, dan itu tidak akan diambil daripadanya.

Yesus berkata hal yang sama kepadamu – pilih apa yang lebih penting. Lebih baik ada di rumah Tuhan daripada di jalanan bergaul dengan teman-temanmu. Adalah lebih baik untuk berbicara dengan Tuhan dari pada berbicara di telepon dengan teman-temanmu. Tuhan lebih penting dari apapun juga. Jangan menjadi seperti Martha dan teralihkan, jadilah seperti Maria – berjuanglah untuk tetap berfokus kepada Tuhan.

DOA: Tuhan Yesus, ajari aku agar tetap mengutamakan Tuhan dalam hidupku. Tolong aku agar kesenangan-kesenangan dunia ini, tidak membuatku melupakan Tuhan. Amin.

Renungan Remaja, 27 JUNI 2020 "TUHAN LEBIH PENTING DARI APAPUN"

Bacaan Alkitab: Matius 22:34-40
Ayat Mas: Matius 22: 37-38: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap pikiramu. Ini adalah hukum yang pertama dan yang terutama.”

RENUNGAN:
Seorang Sersan sedang melatih dua orang prajurit. "Prajurit, sebagai bagian dari pelatihanmu, saya sudah menyiapkan sebuah jalur rintangan untuk kalian jalani. Kamu harus menyeberangi papan, berlari menuruni tangga dan melompati rintangan, memanjat jaring dan melompati tonggak-tonggak kayu sampai akhirnya berenang menyeberangi kolam. Tujuan utama kalian, adalah untuk mengambil koper yang ada di seberang kolam. Apakah kalian sudah jelas?

"Siap Pak, Jelas, Pak!" seru kedua prajurit itu.
"Kalian harus berjuang untuk tetap fokus pada tugas ini. jangan biarkan apapun menghalangimu untuk menyelesaikan tugas ini. Kalian punya waktu satu menit untuk menyelesaikan tugas ini. Dia mengambil stop watch lalu berseru "Mulai sekarang!"

Prajurit pertama berlari lalu berhenti di puncak anak tangga dan  mengambil sisir dan mulai menyisir rambutnya "Tunggu sebentar, tunggu sebentar! Aku tahu ini benar-benar penting ,tetapi aku lupa untuk menata rambutku tadi pagi. Sekarang, biarkan aku fokus untuk menata rambutku."
"Apa yang kau lakukan? Itu tidak penting saat ini! Ayo cepat, kita kehabisan waktu; kita harus pergi sekarang." seru prajurit kedua. 

Baru berlari sebentar, ia berhenti lagi,"Tunggu, tunggu sebentar! Lihat sepatuku, ada lumpur menempel. Aku harus membersihkan sepatu ini sekarang sebelum kita melanjutkan."
Kembali prajurit 2 berseru,"Itu juga tidak penting ! Dengar, Sersan berkata kepada kita untuk tetap fokus. Hal yang paling penting adalah untuk mendapatkan koper itu dan menyelesaikan misi. Tetaplah fokus!"

Coba perhatikan, prajurit 1 ini sudah kehilangan fokus akan apa yang paling penting . Yang paling penting bukanlah untuk menata rambutnya atau menyemir sepatunya atau semacamnya. Semua hal itu kelihatannya penting baginya untuk saat ini, tetapi itu bukanlah hal yang paling penting. Yang paling penting bagi mereka adalah menyelesaikan misi. Itulah yang harusnya dia fokuskan. 

Sebagai seorang Pasukan Tentara Allah, kamu harus berfokus pada satu hal yang paling penting juga. Hal yang paling penting untuk kita adalah untuk mengasihi Tuhan dan meletakkan Dia sebagai yang pertama di atas apapun dalam hidup kalian. Itulah yang Tuhan perintahkan dan harapkan dari Prajurit-Nya. Lihat pada ayat mas kita hari ini dalam Matius 22: 37-38: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap pikiramu. Ini adalah hukum yang pertama dan yang terutama.”   

Kamu mungkin memiliki banyak hal yang penting bagimu, dan itu boleh saja, tetapi semua itu tidak boleh lebih penting dari pada Tuhan. Misalnya, kamu bolos sekolah minggu karena mereka berpikir lebih penting untuk menata rambut dan mengecat kuku dibandingkan mengenal Tuhan. Saya mengenal anak-anak pria yang akan tinggal di rumah dan menonton film kartun karena mereka berpikir bahwa hal itu lebih penting daripada belajar Firman Tuhan di Sekolah Minggu. 

Tetapi mereka salah. Betapapun pentingnya semua hal itu, tidak boleh lebih penting bagimu dibandingkan Tuhan. Tetapi di situlah peperangan itu dimulai karena itu adalah peperangan untuk tetap berfokus kepada Dia ketika semua hal lain nampak begitu penting bagimu. Tuhan lebih penting dari apapun juga. Dia lebih penting dari handphone, tablet, TV atau benda-benda apapun. Dia lebih penting dari orang lain. Dia lebih penting bahkan dari dirimu sendiri.

DOA: Tuhan, ajar aku mengutamakan Engkau lebih dari apapun yang ada di dunia. Aku rindu mengenalMu lebih dekat lagi. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Renungan Remaja, 26 JUNI 2020 "KALAHKAN RAKSASAMU"

Bacaan Alkitab: 1Samuel 17:1-58
Ayat Mas: 1 Yohanes 5:4 " sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."

RENUNGAN:
Daud anak yang pemberani. Sejak kecil dia sudah terbiasa menggembalakan ternak milik ayahnya. Setiap hari dia hidup di padang yang penuh bahaya. Ada binatang buas yang setiap saat bisa mengancam ternaknya dan dirinya sendiri. Tetapi Daud tidak pernah merasa takut, karena dia tahu Tuhan selalu menyertainya. Daud sangat percaya TUHAN yang telah melepaskan dia dari cakar singa dan dari cakar beruang. 

Suatu hari Daud disuruh ayahnya mengirim bekal makanan kepada kakak-kakaknya yang sedang berperang melawan bangsa filistin. Ternyata di sana, seluruh pasukan Israel, termasuk raja Saul sedang ketakutan. Kamu tahu kenapa? Mereka sedang ketakutan karena ada seorang raksasa yang tingginya hampir 3 meter, memakai baju dan helem tembaga, membawa tombak besar dan pedang yang besar. Nama raksasa itu Goliat. Raksasa itu setiap pagi dan sore selama 40 hari berteriak-teriak menakuti pasukan Israel dan tidak seorang pun dari pasukan tentara Israel yang berani melawannya.
Ketika Daud tiba di sana, ia merasa marah mendengar nama Tuhan dihina oleh Goliat. Itu sebabnya Daud minta ijin raja Saul untuk melawan raksasa itu. Banyak orang meragukan Daud, termasuk kakak-kakaknya. Daud hanya anak kecil sedang Goliat raksasa yang besar. Daud hanya memakai baju gembala dan tongkat gembala, sedangkan Goliat memakai baju dan helm tembaga serta membawa senjata tombak dan pedang. Tetapi Daud tidak takut, karena dia percaya, Tuhan selalu menyertainya.
Kata Daud," "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau..." Daud sangat berani karena ia percaya pada kemampuan Tuhan yang Mahakuasa yang menyertainya. Dan Daud berhasil mengalahkan raksasa Goliat karena Tuhan menyertainya.

Dalam hidupmu mungkin suatu saat kamu akan menghadapi "raksasa-raksasa" seperti Goliat. Mungkin raksasa itu bernama TAKUT, MINDER, BODOH, MISKIN, NARKOBA, dsb...mereka siap menghadangmu dan mengalahkanmu. Tetapi kalau kamu percaya Tuhan, kamu pegang setiap Firman-Nya, maka kamu tidak perlu takut. Seperti dalam 1 Yohanes 5:4 " sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita." Kamu hanya perlu punya iman dan percaya kepada Tuhan bahwa Tuhan mampu memberimu kemenangan maka kamu pasti bisa mengalahkan 'raksasa-raksasamu'.

*DOA:* Tuhan, beri aku iman seperti Daud, agar aku memiliki keberanian dalam menghadapi semua yang membuatku takut dan merasa kecil. Aku percaya Tuhan mahakuasa, maka aku tidak perlu takut bila aku berjalan bersama-Mu. Amin.

Renungan Remaja, 25 JUNI 2020 "PENAKUT YANG JADI PEMBERANI"

Bacaan Alkitab: Hakim-Hakim 6:1-40, 7:1-8:3
Ayat Mas: 2 Timotius 1:7 " Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

RENUNGAN:
Bangsa Israel mengalami ketakutan karena orang Midian menjajah mereka selama tujuh tahun. Bangsa Israel mengalami ketakutan dan jatuh miskin. Setiap kali mereka menanam, hasilnya dirampas oleh orang Midian. Karena ketakutan orang-orang Israel membuat tempat-tempat persembunyian dan tinggal di goa-goa. Bangsa Israel merasa sangat menderita dan berseru kepada Tuhan. Maka Tuhan melihat umat Israel merasa kasihan, lalu Dia mengutus malaikatnya menemui seorang pemuda yang bernama Gideon.

Ketika malaikat Tuhan datang menemui Gideon, anak muda itu sedang mengirik gandum di tempat persembunyian agar tidak dilihat oleh orang Midian. Tuhan mengutus Gideon untuk memimpin bangsa Israel melawan orang Midian. Tetapi Gideon masih takut. Ia ragu-ragu apakah ia akan menang. Kemudian Gideon minta tanda kepada Tuhan. Dua kali dia minta tanda dan Tuhan menyatakan tanda yang ajaib kepadanya. Anak muda yang penakut itu mendadak menjadi pemberani dan siap memimpin bangsa Israel, karena dia yakin dan percaya kalau Tuhan benar-benar akan menyertai dia dan akan menolong dia mengalahkan bangsa Midian yang menjajah mereka.

Tuhan membawa Gideon yang penakut pada sebuah "Mission Immposible", karena ia harus berperang melawan bangsa Midian dengan pasukan yang berjumlah 300 orang, sedangkan bangsa Midian berjumlah puluhan ribu orang. Tuhan ingin menunjukkan kepada Gideon yang penakut itu, bahwa Tuhan itu mahakuasa dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Tuhan ingin menunjukkan bahwa orang kecil yang penakut bisa mengalahkan pasukan yang besar, bila Tuhan menyertainya. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, tetapi juga tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Perang yang dilakukan Gideon itu juga sangat mustahil, bagaimana mungkin melawan puluhan ribu pasukan Midian hanya bersenjata obor, terompet dan buyung tempat air. Tetapi dengan cara yang mustahil itu, Tuhan memberikan kemenangan kepada Gideon dan bangsa Israel.

Apakah kamu sedang mengalami ketakutan? Apakah kamu sering dibilang anak penakut? Berdoalah kepada Tuhan untuk memberimu keberanian. Firman Tuhan dalam 2 Timotius 1:7 berkata: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." Kalau kamu percaya Tuhan itu hebat, Tuhan itu mahakuasa, maka kamu nggak perlu takut lagi. Kamu ingat lagu ini :Aku pahlawan kecil, Yesus panglimaku. Tuhan di pihak kita...siapakah lawan kita..tidak ada! Bila Tuhan bersamamu, kamu nggak perlu takut lagi. Oke...

DOA: Tuhan berikan aku keberanian menghadapi ketakutanku. Aku tidak perlu takut lagi, karena Engkau yang mahakuasa selalu menyertaiku. Amin

Renungan Remaja, 24 JUNI 2020 "BERPIKIR POSITIF"


Bacaan Alkitab: Bilangan 13:1-33, 14:1-38
Ayat Mas: Bilangan 14:9 " Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; jangan takut kepada mereka."

RENUNGAN:
Ada 12 orang yang diberi misi oleh Musa untuk menyusup dan mengintai tanah Kanaan. Mereka bertugas untuk mengamat-amati keadaan tanah Kanaan, supaya Musa bisa mengukur kekuatan saat mereka harus berperang dengan bangsa-bangsa yang menduduki tanah Kanaan. Setelah beberapa hari mengintai, mereka pun kembali kepada Musa untuk memberi laporan. Dari kedua belas orang pengintai itu, sepuluh orang tidak percaya bahwa Tuhan sanggup menolong mereka masuk ke tanah Kanaan. 

Hanya dua orang yang percaya bahwa Tuhan berkuasa menolong mereka masuk tanah perjanjian itu. Akibat ketidakpercayaan bangsa Israel yang telah dihasut oleh sepuluh orang pengintai yang tidak percaya, Tuhan membuat mereka berputar-putar di padang gurun 40 tahun lamanya. Setelah 40 tahun tersebut, Yosua dan Kaleb, dua orang pengintai yang percaya kepada Tuhan, masuk ke tanah perjanjian, sedangkan sepuluh orang pengintai yang tidak percaya itu mati di padang gurun. Sepuluh pengintai yang takut berkata, “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat daripada kita” (Bil. 13:31).

Tetapi dua orang yang bernama Yosua dan Kaleb, memiliki kepercayaan bahwa sekalipun orang-orang Kanaan itu menakutkan, Tuhan akan menolong mereka mengalahkan mereka. Yosua berkata: " Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka."
Yosua dan Kaleb percaya akan janji dan penyertaan Tuhan. Mereka tidak takut berkata benar, sekalipun bangsa Israel akan membenci mereka dan akan melempari mereka dengan batu. Tetapi Tuhan berkenan kepada Yosua dan Kaleb, semua orang yang berkata negatif itu dihukum Tuhan, tetapi Yosua dan Kaleb disayang Tuhan, bahkan dari semua orang Israel yang keluar dari Mesir, hanya mereka berdua yang diijinkan Tuhan masuk ke Tanah Kanaan. Bahkan Yosua dipilih Tuhan untuk menggantikan Musa memimpin bangsa Israel masuk tanah Kanaan. Yosua berkata benar, berpikir positif dan percaya pada janji Tuhan. Mereka tidak terpengaruh oleh kesepuluh temannya.

Demikian juga hendaknya kamu, bersikap seperti Yosua dan Kaleb. Tidak mudah terpengaruh oleh dunia. Tidak mudah terpengaruh oleh teman-temanmu dan lingkunganmu. Sekalipun banyak orang melemahkan imanmu, berkata kamu tidak mungkin berhasil, kamu harus tetap percaya pada Tuhan. Percaya pada Firman-Nya, bahwa Tuhan akan membuat masa depanmu penuh harapan. Tuhan akan menyertai kamu mencapai tanah Kanaanmu, mimpimu, cita-citamu. Jadi, tetaplah berpikir positif, optimis, bahwa kamu akan berhasil, sekalipun banyak tantangan dan hambatan.

DOA: Tuhan, ajar aku mempercayai setiap firman-Mu, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan dunia ini. Terimakasih Tuhan. Amin

Followers